HTI dan FPI Ikuti Bahstul Masail Wustha Di Pon. Pes. Syaichona Moh. Cholil

Bangkalan, (25/02/21) Al-Ummah.net – Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil mengadakan Bahtsul Masail Wustha Ke-X yang merupakan kegiatan tahunan Lembaga Bahtsul Masail (LBM), Majlisul Munadharoh Wal Maktabah (M3).

Peserta dalam kegiatan ini tidak hanya delegasi pesantren yang ada di pulau Madura melainkan ada yang berasal dari pula Jawa. Salah satunya Pesantren Miftahul Ulum Demak dan Pesantren Al-Anwar Sarang Rembang, delegasi dari Jawa Tengah.

BMW Ke-X kali ini juga turut dimeriahkan atas kehadiran HTI (Himpunan Ta’lim Ilmi) dan FPI (Forum Pembahasan Ilmiyah) yang keseluruhannya berdomisili di Pondok Pesantren Dresmo Dalem Surabaya, dan FPI & HTI baru diadakan 2020 – 2021 didirikan oleh saya dan sanak-sanak ndresmo (sanaknya Gus Lukman).

Dalam suatu kesempatan, salah satu delegasi dari HTI yang bernama Mas Faiz Albar menyampaikan pesan dan kesan mewakili delegasi dari Jawa. Diantara ungkapan Mas Faiz Albar, “Seseorang itu tidak bisa meninggalkan yang namanya musyawarah sebaga mana Bahtsul Masail karena menimbang dawuhnya Mas Zubadar Besuk Pasuruan, ‘Santri itu tidak bisa meningalkan Bahstul Masail sebab ilmu yang didapatkan di waktu mengaji tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan ilmu yang didapatkan dengan bermusyawarah. Sebab musyawarah dapat menetukan kebenaran pemahaman kitabnya tidak hanya sendiri tapi melibatkan orang banyak sedangkan jika belajar sendiri maka benar atau salahnya tidak ada orang yang mengetahui,’”

Hal ini menyimpulkan perkataan Mas Faiz bahwa dalam bermusyawarah terdapat teman dan sekaligus ada lawan yang siap menyalahkan kalau kita salah. Potensi dari segala ilmu bisa diraih secara nyata dengan menekuni Bahtsul Masa’il.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *